Feeds:
Pos
Komentar

Hijrah euy!!!

Alhamdulillah, kini http://www.sibuki.wordpress.com sudah pindah alamat ke:

http://www.dangakkelangit.com

Mohon maaf atas ketidaknyamanannya dan terimakasih,

Buki

Belajar Bahasa Arab (lagi)

Kajian Selasa 30 Juni 2009 kali ini tentang kata kepunyaan kalian انتم dan kepunyaan mereka هم, contoh:

Kalian para pelajar memiliki pulpen, ini pulpen kalian.

انتم طالا ب لكم قلم، هذا القلم لكم

Salim dan Basil dan Aisyiah adalah karyawan. Kantor mereka di jalan Surabaya. Mereka memiliki mobil baru. Mobil baru mereka di belakang kantornya.

سا لم و باسل و عا شية مو ظفون. مكتبهم في الشارعسورابايا. لهم سيارة جديدا. سيارتهم خلف مكتبهم

Kalian mempunyai guru di kampus. Namanya Ali, Hamid dan Basmah. Tas guru-guru mereka baru.

انتم مدرسون في الجامعة. اسمكم علي و حميد و بسمة، لكم شنطة جديدة

Wahai pelajar, ini Muhammad, dia guru kalian di pelajaran bahasa Arab. Disana para pelajar kelas satu. Dan ini Salim, dia guru kalian di pelajaran bahasa Inggris. Wahai pelajar, apakah Umar teman kalian? Benar, dia teman kami atau (tidak, dia bukan teman kami).

يا الطالا ب، هذا محمد، هو استاذكم في درس اللغة العربية. هناك طال ب الصف الاول، وهذا سالم هو مدرسهم في درس اللغة الانكليزية، يا طالا ب هل عمر صاحبكم؟ نعم هو صاحبنا او لا، ليس هو صاحبنا

Bersambung….(dikit2 aja dulu, ribet akhi:-)))

Kamus Bahasa Betawi 4

Macul, Magel, Mah!, Malang, Mamang, Manda, Mandek, Mangap, Mangas, Mangkak, Manteng, Manting, Manut, Mao, Maruk, Masup, Mater, Maur, Medi, Medit, Megar, Mejeng, Melang, Melejit, Melekeh, Meleng, Meler, Melesek, Melet, Meletos, Meloak, Melongo, Membal, Mencilak, Menclok, Mencong, Mendek, Mende, Mending, Mendusin, Mengkang, Mengkel, Mengor, Menir, Menyek, Merengket, Merutug, Mesem, Metu, Mikat, Milih, Milu, Mindo, Mingkinan, Mingser, Mledak, Mlempem, Mlisnar, Modar, Molor, Monyong, Motek, Mpok, Mudu-Mudu, Mulu, Muluk, Mumbul, Muncrat, Munggah, Munjung, Murag, Nabun, Najong, Nalar, Nandak, Nanggap, Nanggrok, Nangkring, Naro, Nua’in, Ncang, Ncing, Ndlohom, Ndriwis, Ndut-ndutan, Neba, Nebeng, Negla, Nenen, Nenteng, Ngaceng, Ngagul, Ngala-ngalain, Ngalap, Ngalong, Ngampar, Ngampleh, Ngampul, Ngandut, Nganga, Ngangkang, Ngap-ngapan, Ngasoh, Ngayeng, Ngebak, Ngeceng, Ngeces, Ngecrit, Ngeden, Ngejedog, Ngekel, Ngelayap, Ngelem, Ngeles, Ngelotok, Ngelunjak, Ngendok, Ngendol, Ngendon, Ngengsot, Ngeramban, Ngeratak, Ngere, Ngere, M, Ngeres, Ngeret, Ngeriep, Ngeriung, Ngerodok, Ngerunduk, Ngesot, Ngestoin, Ngiat, Ngibing, Ngibul, Ngilu, Ngingsot, Ngintil, Ngiler, Ngkong, Ngoak-ngoak, Ngocol, Ngombe, Ngomel, Ngongkong, Ngorangin, Ngoyor, Ngubek, Ngulet, Ngulun-ngulun, Nguntep, Ngusel, Nibla, Njucung, Noh!, Nonggeng, Nongol, Nontot, Ntak, Ntar, Nti, Ntuh, Nuba, Nukik, Nunsleb, Nutur, Nyaba, Nyai, Nyang, Nyangsrang, Nyelekep, Nyeletik, Nyel-nyelan, Nyelorok, Nyelos, Nyempal, Nyempil, Nyemplung, Nyengkaling, Nyengser, Nyeredeng, Nyok!, Nyokel, Nyokor, Nyokot, Nyublek, Nyungsep, Oblak, Ogah, Ogo, Ojok-ojokin, Olok, Ombe, Orak, Orang kata, Oret, Otek, Otong……..cape juga dah:-))

Nb: Insya Allah, lain waktu ane bikinin artinya ye….

Oleh Ust. Tohri Tohir

Kajian Niaga Rahmat Rabu, 24 Juni 2009

Pernah malaikat Jibril memberikan nasihat kepada Rasulullah saw: Hiduplah sekehendakmu, ingatlah bahwa dirimu akan mati. Biasanya orang yang ingat mati, maka dia akan menjalani kehidupan dengan hati-hati. Oleh karena itu nabi pernah berpesan bahwa; manfaatkan mudamu sebelum tuamu, kaya sebelum miskinmu, kesempatan sebelum sempitmu, muda sebelum tuamu dan hidup sebelum matimu.

Cintailah apa-apa yang ada di dunia ini, tetapi ingatlah bahwa dirimu akan berpisah dengan yang kamu cintai. Maka dari itu janganlah berlebihan dalam mencintai sesuatu. Banyak kehancuran bangsa-bangsa terdahulu karena akibat keserakahannya, banyak makan, banyak menghayal dan banyak berdusta. Kecintaan dunia ini tergantung kita menyikapinya, bisa berdampak positif ataupun berdampak negatif. Bila kecintaan dunia ini menghantarkan kita malah bertambah keimanan dan akhirat oreanted, sunggu itu adalah cinta dunia yang baik. Tetapi dengan kecintaan dunia malah membuat kita hancur dan tumbang keimanan dan membawa kita ke api neraka, sungguh itu adalah cinta dunia yang negatif. Menurut imam Ghozali, bahwa ada 72 dosa besar dan 40 maksiat yang ada di hati itu yang bersumber dari 4 dosa, yaitu cinta dunia/hayal, serakah, hasad dan sombong. Seseorang pernah meneliti, bahwa setiap benua memiliki penyakit hati yang berbeda-beda; kalau sombong dimiliki oleh orang Amerika, serakah dimiliki oleh orang Eropa, hayal dimiliki oleh orang Afrika, hasad dimiliki oleh orang Asia.  Cintailah Allah dan Rasul, baru mencintai yang lain. Bahkan Rasul mengatakan bahwa tidak sempurna iman seseorang sehingga seseorang itu mencintaiku. Seseorang yang cinta dunia pasti akan melupakan akhirat dan takut akan kematian.

Berbuatlah sekehendakmu, asal jangan lupa semua perbuatan kamu akan dipertanggung jawabkan. Harus dipikir dahulu sebelum berbuat, agar tidak salah…..(sebenarnya masih banyak sambungannya, tetapi apa daya battery HP habis, maaf ya:-)

Wallahu’alam

Kajian Juli 2009

Makan kentang pake kerupuk, datang yuk!

juli09

Oleh: Ust. Bachtiar Nasir, LC

Kajian Niaga Rahmat, tanggal 17 Juni 2009

Bachtiar Nasir2Kalau programnya adalah untuk komputer jenis Macintosh, apakah Operating System Macintosh bisa ter-install di Komputer PC? Bisa ter-install, mungkin tidak terbaca atau kacau jadinya. Layaknya tubuh kita, apakah kita telah memiliki perangkat yang kompatibel untuk bisa di install oleh Al Qur’an? Nah, Al Qur’an sendiri sudah memberitahukan apa persyaratan-persyaratan yang harus terpenuhi agar tubuh ini bisa terinstall atau menerima Al Qur’an dengan baik dan utuh, yang bisa mengoperasikan jiwa dan raga ini sesuai dengan tuntutan Al Qur’an dan yang bisa menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup dan petunjuk dari kesesatan – hudan min al dholalah. Dia (Al Qur’an) bisa mengeluarkan kita dari kesesatan kalau kita diposisi muttaqin/takwa. Jadi yang kompatible dengan OS. Al Qur’an adalah jiwa yang muttaqin. Selain Muttaqin pasti tidak akan bisa diterima, akan mental systemnya. Jadi tidak ada jaminan seseorang yang sudah berkali-kali ke Tanah Suci, jenggot panjang dan lain-lain, bisa menerima system Al Qur’an, bahkan seorang yang hafal Al Qur’an pun, belum tentu juga bisa menerima Al Qur’an. Ibaratnya, OS ini masih mentah, dia belum bisa di operasikan, istilah komputer masih berbentuk ZIP, dimana file ini harus di extract, agar bisa berbentuk file-file yang utuh.

Sebelum menginstall Operating System Al Qur’an di dalam diri kita, maka harus head cleaning dahulu cara berfikir ini: “Fakta adalah bukanlah yang kita asumsikan dan kita kalkulasikan, kenyataan sesungguhnya adalah apa yang Allah janjikan dan Allah nyatakan di dalam Al Qur’an. Cara berfikir ini haruslah diterima. Jika tidak, Operating System Al Qur’an tidak akan diterima di dalam diri kita. Ketahuilah, apa yang terjadi hari ini, kemarin dan yang akan datang, bukanlah yang kita asumsikan dan kita kalkulasikan, kenyataan sesungguhnya adalah persis apa yang Allah janjikan dan Allah nyatakan di dalam Al Qur’an. Orang yang tidak bisa menerima cara berfikir tersebut, akan menjadi orang yang realistis, dia akan mempercayai apa yang masuk akal dan nyata.

Sebagai contoh adalah tentang pembebasan bangsa yahudi dari perbudakan Fir’aun di Mesir. Nabi Musa as diperintahkan oleh Allah untuk menyeberang laut merah hanya dengan sebuah tongkat di malam hari. Setelah meraka berada ditepi laut dan pasukan Fir’aun sudah semakin mendekat, Allah memerintahkan nabi Musa as untuk memukul laut dan terbelahlah laut dan selamatlah bangsa yahudi dari kejaran pasukan Fir’aun. Tongkat dapat membelah lautan. Artinya adalah semua kejadian dan fakta adalah bukanlah yang kita asumsikan dan kalkulasikan, semua kejadian persis apa yang Allah janjikan dan nyatakan di dalam Al Qur’an. Orang yang reliastis pasti tidak akan menerima cara berfikir ini, tidak nyambung dan Al Qur’an pasti mental di dirinya.

5 kriteria muttaqin sebagai perangkat yang kompetibel dengan operating system Al Qur’an yang dijelaskan dalam Al Baqarah ayat 1-4, yaitu:

1. Beriman yang ghoib, yaitu syurga, neraka berikut isinya, malaikat, bidadari, jembatan shirath, laporan kitab, hari mizan, ahsyar/pengumpulan, hari berbangkit, alam barzah, kiamat besar-kecil.

2. Mendirikan sholat. Tidak lalai dari sholat, yaitu dari waktu, wudhu, pakaian, sholat dan pasca sholat. Janganlah jadikan sholat seperti orang munafik, yaitu seperti burung yang mematuk-matuk makanan; mengulur-ulur waktu, berpura-pura di dalam sholat atau bermalas-malas di dalam sholat. Orang yang mendirikan sholat, pasti jika ditimpa masalah atau musibah selalu sabar dan sholat. Sabar tidak menyelesaikan masalah tetapi sekuang-kurangnya meringankan beban. Sholatlah nanti yang dapat menyelesaikan masalah. Kita belum tentu sabar jika sholatnya belum benar. Funsi sabar adalah meringankan beban masalah agar sholatnya bisa full power, sehingga bisa benar sholatnya. Makanya ada tradisi kaum sholeh yang hilang sekarang, seperti sholat hajat, istikhoroh dan sebagianya, dimana hal tersebut sebagai senjata kaum muslimin.

3. Menafkahkan sebagain hartanya dengan cara infak, shodaqoh, zakat dan jihad bil mal (jihad dengan harta). Jihad dengan harta inilah yang paling jarang dibahas. Banyak instansi-instansi yang tidak berani membahas tentang hal ini.

4. Harus beriman penuh kepada Al Qur’an. Kadang kita hanya berdoa menurut kemauan kita, bukan kemauan Allah. Allah hanya dijadikan tim sukses saja. Al Qur’an hanya dijadikan bacaan dikala sedih dan mempunya masalah saja ataupun mengamalkan kalau menguntungkan. Menurut A Baqarah ayat 121, yaitu orang yang tilawahnya yang haq. Membaca Al Qur’an secara penuh dan sungguh-sungguh memperlajarinya, menghayatinya dan mengamalkannya walau mati taruhannya. Ada orang mengatakan bahwa, belum waktunya untuk menerapkan syari’at islam di negara kita, padahal kalau kita lihat sejarah, Al Qur’an turun kepada bangsa arab yang belum bersyari’at islam, kenapa kita yang sudah islam bisa-bisanya mengatakan belum saatnya menjalankan syari’at islam. Pasti ada yang salah berfikir disini. Kita harus yakin dan beriman dahulu kepada Al Qur’an, pasti bisa dijalankan. Yakinlah kepada Allah.

5. Harus akhirat oreanted. Tidak bisa Al Qur’an di install kepada orang yang cinta dunia.

Cara aktivasinya:

Satu kata kunci di dalam surah Muhammad ayat 24: Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ataukah hati mereka terkunci?

Sebab utama yang menyebabkan kita sulit berinteraksi dengan Al Qur’an dan enggannya kita membaca ayat maupun terjemahnya atau tafsirnya adalah hati kita yang terkunci mati. Kalau peryaratan sudah terpenuhi dan hati aktif, maka diri kita bisa melakukan tadabbur, penghayatan mendalam terhadap setiap ayat Al Qur’an. Kalau kita membaca Al Qur’an dengan benar (tilawah yang haq), maka yang terjadi adalah kita akan segan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan Al Qur’an dan hadist, benci melihat kemaksiatan, itulah juga salah satu ciri-ciri system Al Qur’an sudah bekerja. Kalau Al Qur’an bekerja, tongkatpun akan membelah lautan, meruntuhkan gunung-gunung, menghidupkan orang yang telah mati dan sebagainya. Al Qur’an adalah bacaan yang luar biasa dan mukjizat serta pedoman hidup bagi orang yang bertaqwa…..

Wallahu ‘alam

Merawat Hati

Oleh: DR. Andian Parlindungan MA

100_2427Kajian Niaga Rahmat 10 Juni 2009

Rasanya hidup kita takkan pernah bahagia, kalo menempatkan syukur itu sebagai kewajiban. Syukur kita kepada Allah adalah bagian dari kebutuhan kita kepada Allah. Di antara upaya syukur adalah meningkatkan kualiatas iman. Semakin baik iman, semakin baik ibadah dan semakin baik hati. Iman tidak bisa tumbuh di hati yang ga berkualiats, dan di hati yg suci hati yg memiliki pencerahan.
Orang yg tidak punya hati adalah orang yg tidak mengenal diri dan tuhannya, juga orang yang mempertuhankan hawa nafsunya, adalah orang2 yg sesat.
Dalam hadist dikatakan bahwa didalam diri seseorang ada segumpal darah, apabila segumpal darah itu  baik, baik pula amalnya, dan apabila segumpal darah itu rusak, maka rusaklah amalnya, segumpal darah itu adalah  hati”

Bahagia tidak bahagianya seseorang terletak pada hatinya. Orang sukses belum tentu bahagia. Karena ukuran kebahagian itu bukan pada materi. Materi tdk menjamin kebahagian. Seseorang yang berlibur, hakikatnya mencari kompensasi dari kejenuhan, stress dll. Memang betul bahwa waktu berlibur hilanglah stress, tp setelah pulang dan kembali ke rumah atau ke kantor, stress kembali lagi. Mengapa? karena mereka mencari jawaban diluar dari diri mereka sendiri, padahal masalah ada pada diri mereka. Akan tetapi, Al Qur’an mengatakan bahwa “orang2 yg beriman akan tenang hati meraka dgn mengingat Allah, sebab hanya dgn mengingat Allah hati akan tenang”

Pertanyaannya. Kok udah berzikir, kok belum tenang juga? Kok masih gundah juga? Karena blm sepenuhnya menjadi orang beriman. Orang beriman, berzikir aja hati jadi tajam. Karena blm menjadi karakter orang beriman. Kuncinya adalah harus menjadi orang yang beriman.

Dalam surat Al Anfal ayat 2: Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal,. Faktanya, kalo disebut nama Allah, kok ga bergetar tuh hati kita. Padahal menyebut nama Allah adalah upaya merawat pencerahan hati.

Cara mengukur keimanan. Bandingkan suasana ramadhan dgn di luar ramadhan. Bandingkan suasana di tanah suci dengan di luar tanah suci. Semuanya adalah faktor ibadah yang menentukan kualitas hati kita, karena frekwensi ibadah yang cukup padat di dalam ramadhan atau di tanah suci.

Dalam surah Al Ahzab ayat 35 Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
Apakah kita termasuk orang yg muslim? Sudah menjalankan rukun islam?. Apakah juga orang beriman? Meyakini rukun iman. Kalo ada diri kita yang masih enggan berinfak, ga sabar, ga khusyu dalam sholatnya adalah wajar bahwa klo kita berzikir ga tenang hatinya, ga bergetar hatinya…karena kuncinya adalah orang2 yg beriman, jd ketenangan hati adalah milik orang yg beriman

Al Imran ayat 133-135
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Kl hati kita mudah marah dan sulit memaafkan orang lain dan sulitnya berbuat kebaikan, wajar kalo dibacakan ayat Allah belum bergetar hatinya, belum bertambah keimanannya karena belum memiliki karakter iman yg sempurna.

Al Baqarah ayat 2-5, kl orang ingin memiliki kualiatas iman yg baik/takwa:
1.    Jadikan Al Qur’an sebagai petunjuk hidupnya. Pertanyaannya: berapa kali kita membaca Al Qur’an?, Berapa banyak waktu yg kita alokasikan untuk memahami kandungan Al Qur’an? Oh sedikit…wajar kalo begitu, kalo disebut nama Allah ga bergetar hatinya, padahal kuncinya kalo ingin bertambah keimanan dan bergetar hatinya, harus jadikan Al Qur’an sebagai petunjuk. Ketajaman hati dan ketenangan hati hanya dimiliki orang2 yang beriman yang menjadikan Al Qur’an sebagai petunjuknya.
2.    Orang yg yakin kp yg ghaib. Akhirat, surga, neraka, alam barzah adalah ghaib. Kita yakin itu semua adalah ghaib, dan itu pasti mewarnai kehidupan kita sehari2. Kalo kita masih berdusta, masih durhaka kpd orang tua, masih ga mau sholat, berarti kita ga yakin akan hal2 yg ghaib, karena keimanan seseorang berbanding lurus dgn amal shaleh.
3.    Orang yg sholat, menginfakkan dan iman kpd kitab yg diturunkan dan orang yang yakin dgn kehidupan akhirat.

Ketenangan hati dan bathin hanya dimiliki oleh meraka. Kita ga bisa memiliki ketajaman dan ketenangan hati kalo amal kita bertentangan dengan Al Qur’an dan hadist. Ketenagan hati dan ketajaman hati bisa kita lihat di bulan ramadhan. Kenapa di bulan suci itu hati ini begitu tenang dan tentram? Bagaimana tidak, karena frekuensi ibadah kita dari bangun tidur sampai mau tidur sangatlah padat. Amal2 itulah yang bisa menjadikan karakter seseorang yang beriman yang menjadihan hati ini tajam, bersih.

Begitupun kalo kita ingin bermunajat kepada Allah, satukan frekuesni kita dengan Allah, niscaya apapun hajat kita akan dikabulkan oleh Allah. Seseorang yang sudah satu frekuensi, walaupun baru terbersit di dalam hati, Allah sudah kabulkan permintaannya.

Penghalang doa adalah dosa yang menjadikan titik2 hitam di hati sesuai dgn hadist nabi. Pantas benar, orang yang berangkat haji doanya terkabul oleh Allah, karena mereka disana terus dan terus menghilangkan hijab antara hatinya dgn Allah sehingga meraka satu frekwensi.

Kesimpulannya, didalam merawat hati agar selalu bersih, suci dan tajam adalah istiqomahlah di dalam melakukan ibadah dan terus tingkatkan amal sholeh. Wallahu’alam